Info Sehat Online

21 September 2017

Katarak Pada Balita

Katarak Pada Bayi - Berkaca pada musibah yang menerima Asri Welas, sebagai orangtua kita pun harus jeli melihat gejala katarak yang menyerang anak.

Pasalnya, penyakit katarak pada kenyataannya memang tidak hanya menyerang seseorang dengan usia lanjut, tetapi juga menyerang anak-anak.

Katarak Pada Balita
Katarak Pada Balita


Sudah sepantasnya orangtua memahami gejala-gejala katarak yang menyerang anak

Katarak Pada Balita.

Menurut Dr. Ni Retno Setyoningrum, SpM(K), MMedEdu, penyakit katarak pada balita (katarak kongenital dan infantile) bisa dideteksi sejak dini.

Oleh karena itu diperlukan peningkatan kewaspadaan masyarakat terhadap penyakit ini dan imbauan pemeriksaan mata anak sedini mungkin.

"Secara global, terdapat 1,4 juta kasus kebutaaan pada anak dan setengahnya dapat dicegah. Prevalensi kebutaan terkait dengan status sosial ekonomi Negara, mulai dari sekitar 3:10.000 di Negara industri, serta 15:10.000 di Negara-negara miskin," papar Dr. Ni Retno.

Penyebab penyakit katarak pada balita  bermacam-macam, yaitu herediter, infeksi selama masa kehamilan, kelainan sistemik pada usia dini, maupun idiopatik.

Selain itu, buta katarak pada balita  berpengaruh akan fungsi penglihatan karena lensa mata berada dalam keadaan keruh sejak dini.

Biasanya, penyakit katarak pada balita terlihat seperti ada keputihan di pupil matanya.
Selain itu, anak menunjukkan gejala silau pada cahaya matahari.

"Pada pasien anak, prosedur katarak menjadi lebih kompleks dibandingkan pasien dewasa atau lanjut usia, sehingga prosedur dilakukan dengan anestesi umum untuk menjamin kelancaran dan kenyamanan operasi," terang dokter Retno yang merupakan spesialis Oftalmologi Pedriatik dan Strabismus.

Pasien penyakit katarak pada balita juga harus menjalani pemeriksaan pra-operasi terlebih dahulu dengan segala macam prosedurnya.

Hal ini meliputi kondisi awal sebelum operasi agar diketahui perlu atau tidaknya ditanam lensa intraocular sampai dengan pemeriksaan kondisi keseluruhan pasien.

Operasi penyakit katarak pada anak merupakan awal proses pemulihan fungsi penglihatan untuk
 meningkatkan saraf mata.

Kemudian berlanjut dengan terapi amblyopia untuk membiasan fungsi mata dalam keadaan normal.
"Dibutuhkan peran orangtua dan keluarga pasca operasi demi memastikan penyembuhan terbaik dan meminimalkan risiko infeksi," saran Dr. Ni Retno (Info Sehat)

No comments:

Post a Comment